NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Votalitas Logistik Indonesia

Diklaim Tertinggi di ASEAN

Kembangkan Pelabuhan Belawan

Kemenhub Gelontorkan Rp683 Miliar

Seminar STMT Trisakti " Penguatan Transportasi Hadapi AEC"

SDM dan Inovasi kunci memenangkan persaingan

Jalur KA Besitang-Binjai Sumut Diaktifkan Lagi

Peninggalan Belanda Sepanjang 80 Km

Garuda & Lion Air Nyaris Tabrakan

Di Langit Bali

IPC Tetap Stabil dan Menguntungkan

Meningkatkan pelayanan & perpanjangan JICT upaya dukung koneksitas maritim

IPC Kucurkan Rp 2 Triliun

Dukung Car Terminal menjadi yang terbesar & modern di dunia

Obligasi Global IPC Capai US$ 1,6 Milyar

Bukti kemandirian & kesungguhan korporasi kembangkan logistik nasional

IPC Kembangkan Transportasi Laut

Dukung Program Tol Laut Presiden, tekan kemacetan,efisiensi dan lancarkan Logistik

Strategi IPC Menghadapi MEA

Upaya tingkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat global

Poll

Subscribe Newsletter

Votalitas Logistik Indonesia
Diklaim Tertinggi di ASEAN

Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA : Market size logistik nasional cenderung mengalami volatilitas atau peningkatan mood pasar. Data ini berdasarkan Compound Annual Growth Rate (CAGR) atau laju pertumbuhan majemuk tahunan.

Hal ini dikatakan Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan Hanafi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/5/2017). Menurut dia, pertumbuhan CAGR pada interval 2013 hingga 2017 sebesar 11,7%.

"Sementara volatilitas freight forwarding mencapai 11,8%. Kemudian, express & small parcel mencapai 21,7%. Hal ini menjadikan volatilitas Indonesia tertinggi se-ASEAN,"jelas Yukki.

Kondisi ini akibat pengaruh tingginya permintaan pasar di Indonesia seiring menjamurnya bisnis e-commerce. Konsumen dalam negeri sudah lebih cermat dalam berbelanja produk impor maupun produk nasional yang berkualitas baik dengan harga relatif rendah.

Meski dilanda krisis ekonomi global serta melemahnya ekspor,namun menurut Yukki sektor logistik Indonesia mampu bertahan. Permintaan konsumen juga terus meningkat dan aktivitas industri tetap berjalan.

NEGARA TETANGGA MENURUN
Bila dibandingkan dengan pertumbuhan sektor logistik negara lain di ASEAN, menurut Yukki Indonesia tergolong beruntung karena volatilitas di beberapa negara tetangga mulai menurun.

Pada interval 2013 hingga 2017, Singapura misalnya, CAGR contract logistics hanya sebesar 7,3%. Filipina 11,3%, dan Thailand 9,7%. Kondisi ini menggambarkan bahwa paradigma pasar jasa logistik mulai beralih ke dalam negeri.

Ke depan, ALFI akan bersinergi dengan pemerintah dan mendorong kebijakan? untuk memperbaiki sektor logistik baik daerah maupun nasional seperti meningkatkan layanan infrastruktur logistik, transportasi, sistem informasi serta teknologi serta penanganan material peralatan dan jasa. (RYZA/Mar)