NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Tiket Pesawat

Turun

Putuskan Rantai Corona

Ribuan Masker dibagikan di pelabuhan

IPC Panjang Lepas Ekspor Serentak

Produk Pertanian Lampung Rp 6,6 M

IPC Panjang Lepas Ekspor Serentak

Produk Pertanian Lampung Rp 6,6 M

IPC Panjang Lepas Ekspor Serentak

Produk Pertanian Lampung Rp 6,6 M

Ketua INSA Carmelita Hartoto:" Berikan Pelayaran Equal Treatment"

"Pelayaran lokomotif logistik , efisienkan, bila mogok ekonomi terhenti"

Sinergitas Polairud -Forwami

Upaya Memajukan Maritim

Dani Rusli Utama: Panjang Tahun Ini Dredging

Sisi Teknis Layak Hub Regional

Dani Rusli Utama: Panjang Tahun Ini Dredging

Sisi Teknis Layak Hub Regional

Bank Plat Merah Hadapi Lebaran

Sediakan Likuiditas Tunai Rp 200 T

Poll

Subscribe Newsletter

Tiket Pesawat
Turun

Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA:Tarif tiket pesawat masih bertengger tinggi, sementara maskapai penerbangan keukeuh belum mau menurunkan harga. Pemerintah telah menerbitkan surat keputusan yang mengatur tarif batas atas dan batas bawah tiket pesawat terbang.

Kepmen Menhub No 106 Tahun 2019 yang mengatur tarif batas atas (TBA) dan batas bawah tarif bawah tiket pesawat, ditandatangani Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada rabu 15 Mei 2019. Kepmen berlaku mulai Sabtu (18/5/2019).

"Maskapai harus mengikuti regulasi tersebut," tegas Budi Karya. Kemenhub menerbitkan regulasi penyesuaian TBA. melalui Kepmen tentang TBA Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Berjadwal Dalam Negeri, menggantikan Kepmen Nomor 72 tahun 2019.

Budi Karya mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap tarif pesawat yang dikeluhkan masyarakat karena dinilai terlalu tinggi, meski tidak melanggar TBA yang ditetapkan. Masyarakat mengeluh karena harga tiket pesawat kini sulit dijangkau.

Kemenhub telah melakukan pertemuan dengan Menko Perekonomian, Kementerian BUMN, pihak maskapai penerbangan dan pihak lainnya. Hingga diputuskan, jalan terbaik harus dilakukan penyesuaian dengan menurunkan TBA.

"Kami banyak menerima banyak keluhan dari masyarakat, komplain dari sektor pariwisata, perhotelan dan juga terjadinya inflasi," jelas Budi Karya.

Harga tiket pesawat terbang sudah dua bulan ini memang melambung hingga dikeluhkan masyarakat. Selain tarif tiket mahal, penumpang juga dibebankan biaya kelebihan bagasi. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak warga yang akan mudik menggunakan pesawat. Bila tarif tiket tak juga turun, warga terpaksa menggunakan alternatif transportasi lainnya.

Budi, warga Riau, mengaku dia dan keluarga kemungkinan mudik ke Jakarta terpaksa menggunakan bus meski waktu tempuhnya 24 jam lebih. 'Harga tiket mencekik, nggak terjangkau," tukasnya. (AR)